Suasana Hangat Pembelajaran Sejarah Indonesia di PKBM Celah Cahaya Singajaya
Singajaya, 27 September 2025 – Sabtu pagi di PKBM Celah Cahaya, Singajaya, terasa berbeda. Sejak pukul 08.30 WIB, ruang belajar sederhana yang berdinding anyaman bambu itu dipenuhi semangat warga belajar yang mengikuti pembelajaran tatap muka mata pelajaran Sejarah Indonesia bersama pengajar, Pak Tanzilal Gharib Hadiansyah, S.Ag.
Meski fasilitas belajar masih sederhana, suasana pembelajaran berjalan hangat dan penuh makna. Warga belajar duduk bersila di lantai kayu, berbekal buku dan catatan, sementara Pak Tanzilal memandu jalannya materi dengan gaya yang interaktif. Rak buku di sisi ruangan, yang berisi koleksi literatur, menjadi saksi semangat menuntut ilmu para peserta.
Menyemai Kesadaran Sejarah
Dalam penyampaiannya, Pak Tanzilal menekankan bahwa mempelajari sejarah bukanlah sekadar menghafal tanggal atau peristiwa, melainkan memahami nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan yang diwariskan para pendahulu bangsa.
“Sejarah adalah guru kehidupan. Generasi muda perlu belajar dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, sekaligus mampu menjaga persatuan untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Pesan ini disampaikan dalam suasana diskusi terbuka. Warga belajar tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak berdialog, bertanya, dan menyampaikan pandangan mereka. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan bermakna.
Antusiasme Warga Belajar
Para peserta terlihat sangat antusias. Dengan penuh perhatian, mereka mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan, menandakan adanya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang dibahas.
Menurut salah satu warga belajar, pembelajaran semacam ini memberikan pengalaman berbeda. “Belajar sejarah dengan cara berdiskusi membuat kami lebih mudah memahami isi materi. Tidak sekadar hafalan, tapi benar-benar mengerti makna perjuangan bangsa,” ujarnya.
Peran PKBM Celah Cahaya
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa PKBM Celah Cahaya Singajaya tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga berkomitmen menanamkan nilai karakter dan kebangsaan. Meskipun sarana dan prasarana terbatas, PKBM ini terus berupaya menciptakan ruang belajar yang kondusif, ramah, dan penuh kebersamaan.
Melalui pembelajaran Sejarah Indonesia, warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan. Nilai-nilai inilah yang diharapkan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan berdaya saing.
Harapan ke Depan
Dengan adanya kegiatan seperti ini, PKBM Celah Cahaya berharap semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk terus belajar, tanpa terkendala usia maupun latar belakang. Pendidikan sepanjang hayat menjadi prinsip utama, dan Sejarah Indonesia dijadikan sebagai salah satu pijakan penting untuk membangun jati diri bangsa.
Kegiatan pembelajaran yang berakhir menjelang siang itu meninggalkan kesan mendalam. Para warga belajar pulang dengan wajah penuh semangat, membawa bekal ilmu sekaligus pesan moral: bahwa sejarah adalah milik bersama, dan dari sejarah itulah lahir kekuatan untuk menata masa depan.